Bilangan Prima: Pengertian, Contoh, Faktorisasi & Cara Menentukannya
Saat belajar FPB dan KPK, kamu pasti sering berjumpa dengan bilangan prima. Bilangan ini seperti "batu bata" penyusun semua bilangan bulat: setiap bilangan bulat lebih dari 1 bisa dipecah menjadi hasil kali bilangan prima.
Memahami bilangan prima bukan cuma berguna untuk ujian, tetapi juga menjadi dasar kriptografi — sistem pengaman data di internet, kartu kredit, dan aplikasi pesan. Hebat, bukan?
Contoh Bilangan Prima 1–100
Bilangan prima pertama sampai 100 adalah:
- 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29
- 31, 37, 41, 43, 47, 53, 59, 61, 67, 71
- 73, 79, 83, 89, 97
Perhatikan bahwa 2 adalah satu-satunya bilangan prima genap. Semua bilangan genap lain (4, 6, 8, ...) pasti habis dibagi 2, jadi bukan bilangan prima.
Ciri-Ciri Bilangan Prima
- Lebih besar dari 1
- Hanya habis dibagi 1 dan bilangan itu sendiri
- Tidak memiliki faktor lain selain 1 dan dirinya
- Semua bilangan prima (kecuali 2) adalah bilangan ganjil
Faktorisasi Prima
Faktorisasi prima adalah mengubah suatu bilangan menjadi perkalian bilangan-bilangan prima. Caranya dengan membagi bilangan berulang kali sampai hasilnya 1.
30 ÷ 2 = 15
15 ÷ 3 = 5
5 ÷ 5 = 1
Jadi 60 = 2² × 3 × 5
Cara Cepat Menentukan Bilangan Prima
- Pastikan bilangannya ganjil (kecuali 2)
- Jangan angka yang berakhiran 5 (habis dibagi 5)
- Cek apakah jumlah angkanya habis dibagi 3
- Coba bagi dengan bilangan prima yang lebih kecil dari akar bilangan tersebut
Jawab: √97 ≈ 9,8. Kita cek pembagian dengan 2, 3, 5, 7: 97 tidak habis dibagi semua bilangan itu. Jadi 97 adalah bilangan prima.
Kesimpulan
Bilangan prima adalah fondasi dari seluruh struktur bilangan bulat. Dengan menguasai konsep ini, FPB, KPK, dan faktorisasi jadi terasa mudah, dan kamu ikut memahami salah satu dasar matematika yang paling penting di dunia.