Sejarah · Nasionalisme

Sumpah Pemuda: Sejarah, Isi & Makna Persatuan Indonesia

7 Agustus 2026Pasha

28 Oktober 1928 — sebuah tanggal yang selamanya terpatri dalam sejarah bangsa. Pada hari itu, para pemuda dari berbagai daerah di Nusantara mengucapkan satu sumpah: bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu — Indonesia.

Isi Sumpah Pemuda:
Pertama: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

1. Latar Belakang

Sebelum Sumpah Pemuda, perjuangan bangsa Indonesia bersifat kedaerahan. Setiap daerah berjuang sendiri-sendiri melawan penjajah. Para pemuda menyadari bahwa persatuan adalah kunci untuk mencapai kemerdekaan.

2. Kongres Pemuda I (1926)

Kongres pertama diselenggarakan pada 30 April-2 Mei 1926 di Jakarta. Tujuannya: menyatukan organisasi pemuda. Meski belum menghasilkan sumpah, kongres ini menjadi fondasi penting.

3. Kongres Pemuda II (1928) — Lahirnya Sumpah Pemuda

Kongres kedua diselenggarakan pada 27-28 Oktober 1928 di tiga tempat berbeda. Pada malam penutupan di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta, Mohammad Yamin merumuskan teks Sumpah Pemuda yang kemudian dibacakan oleh Soegondo Djojopoespito.

4. Tokoh Penting

Soegondo
Ketua Kongres Pemuda II.
M. Yamin
Perumus teks Sumpah Pemuda.
WR Supratman
Pencipta lagu Indonesia Raya.

5. Makna Sumpah Pemuda

  • Persatuan — mengatasi perbedaan suku, agama, daerah
  • Nasionalisme — cinta tanah air di atas segalanya
  • Bahasa — bahasa Indonesia sebagai pemersatu
  • Semangat Pemuda — pemuda adalah agen perubahan

Kesimpulan

Sumpah Pemuda bukan sekadar kata-kata. Ia adalah komitmen untuk bersatu. Di tengah keberagaman Indonesia, semangat Sumpah Pemuda tetap relevan hingga hari ini.