Cahaya dan Optik: Pemantulan, Pembiasan, Cermin & Lensa
Kenapa langit berwarna biru? Kenapa sedotan dalam gelas berisi air terlihat bengkok? Kedua fenomena itu berkaitan dengan sifat-sifat cahaya dan optik.
Cahaya adalah gelombang elektromagnetik yang merambat lurus dengan kecepatan 300.000 km/detik di ruang hampa. Optik mempelajari perilaku cahaya dan alat-alat yang memanfaatkannya.
Pemantulan Cahaya
2. Sudut datang (i) sama dengan sudut pantul (r).
- Cermin datar: bayangan maya, tegak, sama besar, jarak sama dengan benda
- Cermin cekung: mengumpulkan cahaya (konvergen) — dipakai lampu senter, kaca rias
- Cermin cembung: menyebarkan cahaya (divergen) — dipakai kaca spion, kaca toko
Pembiasan Cahaya
Pembiasan terjadi saat cahaya berpindah medium dengan kerapatan berbeda sehingga arahnya membelok. Contoh: sedotan terlihat bengkok di air, kolam terlihat lebih dangkal, dan fatamorgana di jalan aspal.
Cermin vs Lensa
| Jenis | Sifat | Kegunaan |
|---|---|---|
| Cermin cekung | Mengumpulkan sinar | Senter, kaca rias, antena parabola |
| Cermin cembung | Menyebarkan sinar | Kaca spion, kaca pengawas toko |
| Lensa cembung | Mengumpulkan sinar | Kacamata rabun dekat, lup, kamera |
| Lensa cekung | Menyebarkan sinar | Kacamata rabun jauh (miopi) |
Alat-Alat Optik
- Lup (kaca pembesar): lensa cembung untuk memperbesar benda kecil
- Kamera: menangkap gambar menggunakan lensa cembung
- Mikroskop: dua lensa cembung untuk melihat benda sangat kecil
- Teropong: melihat benda jauh (binokuler, teleskop)
- Kacamata: memperbaiki cacat mata (miopi, hipermetropi)
Dispersi Cahaya
Dispersi adalah penguraian cahaya putih menjadi warna-warni. Saat hujan, tetesan air menguraikan cahaya matahari menjadi pelangi dengan urutan: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu.
Kesimpulan
Cahaya merambat lurus, bisa dipantulkan dan dibiaskan. Bedakan cermin (memantulkan) dan lensa (membiaskan), serta pahami bayangan yang dihasilkan cermin cekung, cembung, dan lensa. Optik ada di sekitar kita — dari kacamata sampai kamera HP!